The pages are still blank, but there is a miraculous feeling of the words being there, written in invisible ink and clamoring to become visible. ~Vladimir Nabakov
Design: wordweave Image: Getty Images |
fien's page
Berdasarkan berbagai artikel yang aku baca, trigliserida itu adalah salah satu bentuk lemak dalam sel darah kita, selain kolesterol. Bahkan, sebagian besar lemak dalam tubuh disimpan dalam bentuk trigliserida. Seperti yang udah diketahui, lemak berfungsi sebagai sumber energi yang paling banyak. Karena itu, kalau sampai kekurangan, tubuh jelas akan terasa lemas tak bertenaga. Tapi, kalau sampai kelebihan… Bahaya!! Karena, tumpukan lemak itu bisa menimbulkan berbagai penyakit. Menurut artikel yang aku ambil dari http://hpstroke.wordpress.com, ada penelitian yang dilakukan Sheba Medical Center di Tel Hashomer, Israel, yang menginsikasikan kadar trigliserida berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit stroke. Kadar triliserida juga bisa digunakan untuk mengindentifikasi risiko seseorang mengidap stroke iskemik — stroke yang terjadi karena penyumbatan pembuluh darah otak, sehingga aliran darah ke otak terganggu. Penelitian yang dipublikasikan dalam Circulation : Journal of the American Heart Association edisi 11 Desember itu dilakukan terhadap lebih dari 11 ribu pasien –mayoritas laki-laki-- pengidap penyakit jantung koroner yang belum mengalami transient ischemic attack (TIA). Bahasa awamnya, TIA adalah stroke ringan. Setelah penelitian sekitar enam hingga tujuh tahun, 487 responden diketahui mengalami TIA. Responden yang mengalami stroke ini memiliki kadar trigliserida yang tinggi dan kolesterol HDL (baik) yang rendah. (Gw banget nih…) Setelah memperhitungkan faktor risiko stroke lainnya, responden yang memiliki kadar 200 mg trigliserida per desiliter darah (dL) tercatat mempunyai kecenderungan 30 persen lebih besar mengalami stroke iskemik maupun TIA dibanding responden dengan kadar lemak darah yang rendah. Salah satu pimpinan riset, Dr. David Tanne, berujar kadar trigliserida dapat ditekan dengan mengubah gaya hidup seseorang. Berolahraga, menurunkan berat badan serta diet rendah lemak menjadi jalan lunturnya trigliserida. Untuk hidup sehat, Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan agar seseorang sebaiknya tetap menjaga batas kadar trigliserida di bawah 150mg/dL. Kadar 150 hingga 199 mg/dL dipertimbangkan sebagai batas yang cukup tinggi, 200 hingga 499 mg/dL termasuk level tinggi dan di atas 500 mg/dL dikategorikan sangat tinggi. Sekitar 80 persen kasus stroke terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah ke otak, sedangkan 20 persen lainnya disebabkan rusaknya pembuluh darah di otak. Artikel lain menyebutkan, pembentukan trigliserida dalam hati akan meningkat apabila makanan sehari-hari mengandung karbohidrat yang berlebihan. Mmm… ayo Fien, ubah pola hidup. Nggak lucu banget kan, kalau umur 30 something udah stroke. Sepanjang minggu kemarin aku memang nggak punya waktu untuk olahraga. Juga minggu sebelumnya. Padahal, cara paling efektif untuk mengusir tumpukan lemak di perut adalah dengan berolahraga. Jadi, minggu ini aku harus memprirotaskan waktu untuk olahraga. FYI, aku memang tengah berupaya untuk menjadi lebih langsing. Bukan karena ingin memenuhi kriteria cantik jaman sekarang. Bukan, karena sebenarnya aku merasa baik-baik saja dengan tubuhku. (Kecuali satu hal, yang aku benci sejak dulu hehehe...). Aku berupaya untuk menjadi langsing, karena aku nggak kepengen sakit. Seperti yang aku bilang tadi, lingkar pinggangku di atas 80 cm. Padahal, bagi perempuan Asia, lingkar pinggang di atas 80 cm berarti alarm tanda bahaya telah berdering. Hasil tes lab juga menunjukkan aku tidak dalam kondisi kesehatan yang prima. Hasil pemeriksaan Juni yang lalu, asam urat 6.6 mg/dl. Padahal, nilai rujukan untuk perempuan adalah 2,5-6,2 mg/dl. Lantas, kolesterol HDL (kolesterol baik) 25 mg/dl. Ini berarti kurang dari yang seharusnya 40-46 mg/dl. Yang paling mengerikan, trigliserida 385 mg/dl. Sedangkan seharusnya dibawah 150 mg/dl. Jadi, kebayang kan bagaimana seriusnya situasiku. If you're not the one then why does my soul feel glad today? If you're not the one then why does my hand fit yours this way? If you are not mine then why does your heart return my call? If you are not mine would I have the strength to stand at all? I never know what the future brings. But I know you are here with me now. We'll make it through. And I hope you are the one I share my life with I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand. If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am? Is there any way that I can stay in your arms? If I don't need you then why am I crying on my bed? If I don't need you then why does your name resound in my head? If you're not for me then why does this distance maim my life? If you're not for me then why do I dream of you as my wife? I don't know why you're so far away. But I know that this much is true. We'll make it through. And I hope you are the one I share my life with. And I wish that you could be the one I die with. And I'm praying you're the one I build my home with. I hope I love you all my life I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand. If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am. Is there any way that I can stay in your arms? 'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away. And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today. 'Cause I love you, whether it's wrong or right. And know I can't be with you tonight. You know my heart is by your side I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand. If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am. Is there any way that I can stay in your arms? *** Sejak membuka mata tadi pagi, aku merindukan dia, pria yang selama hampir dua terakhir mengisi ruang hatiku. Sebenarnya dia ada di dekatku. Sialnya, dia tak terjangkau...
Tapi, akhirnya malam ini aku berhasil merangkai 4.535 karakter tulisan tentang Erwin Aksa.
Pffh... capek.
Dan tanganku membuka-buka notes untuk mencari bahan tulisan lain. Tulisan yang harus aku setor besok pagi. Tapi, tanganku justru membuka halaman berisi tulisan cakar ayamku saat mengikuti wawancara dengan Muhammad Yunus, pemenang nobel perdamaian itu. Dan aku jadi ingat niatanku untuk menulis di blog ini.
Beberapa hari yang lalu, sehari setelah BI menaikkan suku bunga acuan BI Rate dari 8,75% menjadi 9%, aku menulis berita mengenai keberatan dunia usaha terhadap kebijakan otoritas moneter itu. Diwakili oleh Kadin, pengusaha merasa kebijakan pengetatan suku bunga itu telah menambah beban berat di pundak mereka. Padahal, pengusaha tengah megap-megap karena lonjakan biaya produksi akibat harga minyak dan komoditas yang meroket plus melemahnya daya beli masyarakat. Dus, kenaikan suku bunga menjadi hal terakhir yang diharapkan pengusaha.
Dan oleh redakturku, beritaku diberi judul "Kenaikan BI Rate Tambah Beban Pengusaha".
Saat membaca koran koran sore harinya, aku langsung teringat ucapan Pak Muhammad Yunus. Waktu itu, sekelompok kecil wartawan Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berbicang dengan sosok yang sangat-sangat humble itu. Topiknya seputar bidang yang menghantarnya memenangkan hadiah nobel, mikro kredit.
Waktu itu, salah satu topik yang seru dibahas adalah mengenai suku bunga. Banyak pejabat Indonesia, tak kurang dari mantan Menko Perekonomian Boediono yang sekarang menjadi pucuk pimpinan BI, mengatakan suku bunga kredit mikro bukan isu utama. Yang terpenting bagi kelompok tersebut adalah akses kepada pembiayaan. Buktinya, mereka tidak keberatan untuk membayar bunga setinggi langit yang dipatok lintah darat, karena akses pendanaan yang disediakan lintah darat itu.
Pak Muhammad Yunus langsung menampik gagasan itu. "It's still an issue," tegasnya. Lantas, pria yang selalu berpakaian sederhana itu bertanya pada wartawan yang mengelilinginya. "Apa yang akan anda lakukan jika suku bunga naik 1 persen? Apakah akan menulis beritanya untuk halaman pertama atau halaman dalam? Apakah berita besar, atau hanya satu kolom kecil. Anda pasti akan menulis berita besar, karena perubahan 1 persen akan menyebabkan banyak sekali perubahan. Ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan," ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan suku bunga itu pasti akan berdampak pada dunia usaha, karena berarti biaya dana akan semakin besar. "Untuk orang kaya saja, ada perhatian. Seharusnya, apalagi untuk orang miskin," lanjutnya.
Karena itu, ia tidak menyetujui komersialisasi kredit mikro. Ia dapat menerima jika bunga kredit mikro sesuai dengan bunga pasar. "Cost of fund ditambah 10 persen, itu zona hijau," tandasnya. Sedangkan, komersialisasi kredit mikro, atau lembaga yang mengaku sebagai pemberi kredit mikro namun mematok bunga kelewat tinggi bagi Pak Muhammad Yunus tak ubahnya lintah darat.
Aku bisa memahami jika bank mengenakan bunga yang lebih tinggi untuk kredit berukuran mini, ketimbang kredit untuk pada konglomerat. Sebab, operational cost untuk kredit berukuran mungil itu jelas lebih tinggi dibandingkan kredit seukuran ikan paus. Karena itu, solusinya adalah kredit mikro tidak diberikan oleh bank. Tapi oleh lembaga-lembaga pembiayaan mikro.
Sayangnya, saat ini belum ada dasar hukum yang kuat bagi berdirinya lembaga pembiayaan mikro di Indonesia. Rancangan UU Lembaga Pembiayaan Mikro sudah 10 tahun ini diajukan ke DPR yang mulia, tanpa ada sedikitpun niatan dari wakil rakyat itu untuk membahasnya. Sibuk menyelamatkan muka dan menghadapi pemilu sih.
Hiks... Capek banget...
Ternyata, membuka warung itu benar-benar melelahkan. Banyak banget yang harus dipersiapkan. Banyak banget yang harus dilakukan. Mulai menyusun menu yang bisa diterima pelanggan, lantas mencari bahan baku yang murah supaya margin agak gemuk, management stock, hingga cara penyajian yang menarik ke pelanggan.
Tapi...
Tetap semangat!!!
Paling tidak, aku dan dua sodaraku beserta suami mereka sudah mencoba menyiapkan masa depan yang lebih baik (Suit.. Suiiiit..). Karena, nggak mungkin terus menerus bekerja untuk orang lain bukan? Jadi, akhirnya kami memutuskan berinvestasi di warung ini, sekaligus membuka lapangan kerja untuk dua orang karyawan (iiih... sok mulia gitu).
Jadi, begitulah. Kami membuka warung bernama "Menu Kampoeng" di area food court Kick Spot Kuningan Barat, dengan menu andalan rawon Surabaya resep leluhur, mantau cipera (kari ayam khas tanah Karo) dan pecel ndeso+nasi merah. "Menu Kampoeng" bakal resmi mulai beroperasi Senin (4/8).
Semoga tangan Tuhan selalu menaungi usaha ini. Amin.
FYI, ini sekolah kedua yang memintaku untuk menjadi pendamping ekskur. Dan buatku, ini kesempatan yang bagus. Kesempatanku belajar hal baru: mengajar.
Saat perkenalan dengan murid, aku bertanya berapa banyak dari mereka yang memiliki blog, berapa banyak yang rajin menulis buku harian, dll. Maklum, aku pengen tahu sampai di mana minat mereka untuk menulis. Beberapa anak pun dengan semangat mengacungkan jari tanda mereka memiliki blog. Bahkan, ada anak yang mengaku alasan ikut ekskur ini lantaran ingin menambah kepiawaian untuk menulis. Dus, pembaca blognya bakal balik dan balik lagi menyambangi blognya itu.
Aku pun tersenyum, membayangkan asyiknya berinteraksi dengan kelas ini. Dengan minat dan semangat belajar yang mereka miliki, rasanya tidak ada anak yang bakal ngomel saat diminta menulis.
Tapi... Ups, senyumku berubah senyum malu saat salah seorang dari mereka bertanya tentang blog yang aku miliki. "Ada, tapi nggak pernah di update," ujarku dengan muka panas. Dan alasan sibuk yang aku lontarkan makin terdengar konyol di telingaku...
Maaf ya adek-adek, pendamping ekskur kalian ini sempat terserang rasa malas menulis. Tapi, janji, sejak saat ini sudah insyaf kok. Hampir setahun aku meninggalkan halaman ini... Dan hari ini aku kangen banget mengisi halaman-halaman ini dengan berbagai huruf dan tanda baca. Bener-bener kangen. Sebenernya rasa kangen sudah mulai muncul beberapa waktu lalu. Waktu itu mas Ari, masku yang tinggal di solo menemukan blog ini tanpa sengaja. "Aku tadi search tulisan soal wedangan. Eh, ketemu tulisanmu. Pantesan rasanya familier sama kisahnya," ujarnya sambil tergelak. Waktu itu aku langsung berniat menyambangi halaman ini lagi. Sayangnya, aku bukan orang yang gigih. Jadi niat itu baru terlaksana hari ini. Mmm... smoga besok masih ada kemauam untuk mewujudkan niat mengisi halaman ini. Semoga.. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||